Sambut MEA, Jatim Tambah Sertifikasi Keahlian Bidang Seni

Kepala Dindik Jatim, Saiful Rahman

Kepala Dinas Pendidikan Jatim Saiful Rahman

 

Jatim – Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Pendidikan menambah program sertifikasi kompetensi. Kali ini khusus sertifikasi keahlian bidang seni untuk para siswa yang menempuh pendidikan vokasi seperti SMK. Langkah ini ditempuh untuk menyambut berlakunya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) Tahun 2016.

Kepala Dindik Jatim, Saiful Rahman mengatakan sebetulnya Jawa Timur sejak tahun lalu telah menyosialisasikan sekaligus melakukan sertifikasi siswa SMK dengan berbagai macam kompetensi sesuai dengan jurusan yang diambil para siswa, namun memang sertifikasi keahlian bidang seni belum dilakukan.

“Sertifikat kompetensi ini penting agar peserta didik yang memiliki potensi dan bakat seni itu diakui profesionalitasnya. Sebenarnya tidak hanya siswa SMK. Karena, siswa yang punya berbakat seni juga ada  dari SMA,” terangnya, Senin (4/1).

Dalam waktu dekat, pihaknya akan membuka kesempatan bagi peserta didik yang berbakat kesenian mengikuti uji kompetensi. Khususnya bagi calon lulusan SMK yang mengambil program keahlian seni.

Menurutnya, sertifikasi profesi bidang kesenian memang cukup penting bagi siswa. Terlebih profesi apapun tak terkecuali yang berkecimpung di dunia seni membutuhkan sertifikasi sebagai tolak ukur kompetensi. Pihaknya, ungkap Saiful, kini tengah berupaya membuka pusat sertifikasi kompetensi seni untuk pelajar.

“Gara-gara tidak punya sertifikasi, Didi Nini Towok ditolak saat mau tampil di luar negeri. Itu sekelas seniman kondang. Bagaimana dengan anak didik kita yang berbakat seni?. Kita punya UPT Dikbangkes (Pendidikan dan Pengembangan Kesenian) Sekolah. Di situ kita bisa buka Tempat Uji Kompetensi (TUK),” jelasnya.

Ia menambahkan rancana Dindik Jatim tersebut tidak bisa berjalan sendiri, namun juga harus mendapat dukungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Sebab, hingga saat ini standarisasi kompetensi kerja nasional belum ada yang khusus untuk bidang kesenian. “Karena itu, kita juga akan berusaha menggandeng PPPTK (Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan) Seni Budaya di Jogjakarta untuk merealisasikan target ini,” Saiful.

Saat ini, potensi dan bakat seni siswa di Jatim terus berkembang pesat. Hal ini dapat terlihat dari berbagai ajang kesenian pelajar yang digelar Dindik Jatim.  Pada ajang Pekan Seni Pelajar (PSP), tak kurang dari lima ribu siswa yang berbakat seni ikut terlibat di dalamnya. Selain itu, setiap pagelaran seni padang rembulan dilaksanakan, tak kurang dari 200 siswa ikut tampil unjuk kebolehan. Lebih menarik lagi para siswa pecinta seni juga ada di Pendidikan Pengembangan Seni Tradisi (PPST) yang tersebar di sebanyak 120 Sekolah di Jatim.

Tahun lalu, Dindik Jatim menargetkan sebanyak 3000 siswa SMK yang bisa mengikuti uji kompetensi berbagai jurusan. Namun hal itu akan dilakukan secara bertahap, sebab daya tampung tempat yang uji kompetensi juga terbatas.

Saiful menerangkan tidak ada pungutan biaya bagi semua peserta SMK yang ikut ujian kompetensi dari berbagai daerah di Jatim. Setiap SMK wajib mengirimkan siswa-siswa terbaiknya, sehingga bisa memperbaiki akreditasi sekolah.