Sabtu Besok Syafii Temui TKI Di Malaysia

PAMEKASAN (Global News)-Bupati Pamekasan Achmad Syafii, Sabtu (21/1/2016) besok, segera berkunjung ke Malaysia. Dia akan menemui para TKI asal Pamekasan di Malaysia, guna membicarakan berbagai macam hal terkait dengan persoalan yang dihadapi oleh mereka di negeri Jiran tersebut. Bupati akan didampingi oleh Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Pamekasan.

Rencana Bupati Syafii menemui TKI Pamekasan di Malaysia, sebelumnya pernah diungkapkan bupati saat melayat ke rumah almarhum Abdul Hamid dan Sunariyah, TKI pasangan suami istri asal Dusun Seccang Desa Plakpak Kecamatan Pegantenan, yang meninggal dunia jadi korban tenggelamnya kapal pengangkut TKI dari Malaysia, yang akan pulang ke tanah air pada beberapa bulan yang lalu.

“Benar bapak Sabtu besok akan berkunjung ke Malaysia guna menemui warga asal Pamekasan yang menjadi TKI di sana. Ini dilakuan guna mengetahui aspirasi, tentang persoalan apa saja yang mereka hadapi. Lalu kemudian pemerintah daerah sebisa mungkin akan berusaha untuk membantu mereka,” kata Kabag Humas dan protocol Setdakab Pamekasan Listiyanto Joko, Selasa (19/1/2016).

Bupati Syafii sendiri mengatakan, dirinya mengaku masih belum bisa merincikan detail langkah apa yang akan dilakukan setelah datang dari Malaysia, karena itu dia mengaku akan mendata terlebih dahulu persoalan apa saja yang dialami oleh warganya yang bekerja di sana.

Terkait dengan persoalan tenaga kerja asal Pamekasan di Malaysia, khususnya yang mengalami kecelakaan tewas tenggelam beberapa bulan lalu, Syafii mengapreasisi sikap pemerintah Malaysia. Sebab, mereka telah mempermudah pemulangan TKI yang menjadi korban kapal tenggelam ke Indonesia. Namun dia merasa masih ada persoalan dengan TKI asal Pamekasan di Malaysia.

Dalam keberangkatannya ke Malaysia nanti Syafii merencanakan selain bersama Dinas Sola Tenaga Kerja dan Transmigrasi, kalau memungkinkan juga akan bersama para alim ulama asal Pamekasan. Direncanakan juga, di Malaysia nanti bupati akan menemui pengurus Ikatan Keluarga Madura (IKAMA) di Malaysia.

Ia berharap, IKAMA membantu Pemkab Pemekasan untuk difasilitasi bertemu dengan mudah warga asal Pamekasan yang bekerja di Malaysia. Syafii mengakui hingga kini masih banyak warga Pamekasan yang menjadi TKI disana melalui jalur ilegal, sehingga ketika sampai di Malaysia banyak mengalami persoalan.
Untuk membantu mengatasi masalah tersebut, Syafii berjanji akan berkomunikasi dulu dengan mereka melalui momentum serap aspirasi.

Diakui Syafii, warga Pamekasan banyak yang tidak proaktif mengurus persyaratan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Sehingga kondisi itu dimanfaatkan oleh para tekong, atau pihak yang melalui jalur ilegal, yang akhirnya mengakibatkan berbagai masalah dikemudian hari.

“Warga kita tidak proaktif, yang proaktif justru para tekongnya. Nah itulah penyebabnya sehinga bisa memunculkan kasus ketenaga kerjaan pada TKI kita. Sebenarnya jika mau merintis secara tepat tidak ada kesulitan dan mudah dan akhirnya juga akan membuat meeka bisa selamat dan leluasa serta terhindar dari masalah masalah hukum ketenga kerjaan disana,” ungkapnya. * mas*