Pamekasan Terpilih Sebagai Posdaya Rujukan Nasional

PAMEKASAN (Global News)-Pemkab Pamekasan di awal tahun 2016 ini kembali mengukir prestasi, yakni penghargaan dari Yayasan Dana Sejahtera Mandiri (Damandiri) 2015, sebagai daerah yang memiliki Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya) rujukan nasional. Penghargaan itu diserahkan oleh Yayasan Damandiri di UNS Solo, 15 Januari kemarin.
Penghargaan sebagai Posdaya rujukan nasional ini diberikan kepada Pemkab Pamekasan, sebagai apresiasi atas keberhasilan Posdaya Pamekasan dalam meningkatkan kepedulian, komitmen, inisiasi, inovasi dan kepemimpinan dalam pemberdayaan keluarga dan masyarakat.

Penghargaan ini cukup bergengsi karena dari 20 Posdaya rujukan se Indonesia, di Jawa Timur hanya terdapat tiga daerah yang meraih yakni Pamekasan, Pacitan dan Malang. Sementara se Indonesia Posdaya yang mengikuti pemilihan mencapai 55 ribu Posdaya.

Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) Pamekasan Drs HM Musaffak MSi mengatakan, penghargaan itu diraih terkait dengan komitmen Pemkab Pamekasan dalam memaksimalkan program Tri Bina, yaitu Bina Keluarga Balita, Bina Remaja dan Bina Lanjut Usia (Lansia).
Dalam Tribina tersebut, kata Musaffak, terwujud beragam aktifitas diantaranya UPPKS untuk peningkatan bidang ekonomi untuk keluarga, Pusat Informasi dan Konseling (PIK) Remaja untuk remaja yang dilakukan dengan berbasis Pondok, Sekolah bahkan masyarakat. Juga pembinaan Posdaya yang berkaitan dengan penanganan kepentingan kalangan Lansia.

“Komitmen Bapak bupati sangat kuat untuk, program itu karena ini terkait langsung dengan kebutuhan mendasar keluarga, anak adan remaja, dan itu telah kami lakukan. Alhamdulillah kerja keras atau apa yang kami lakukan itu membuahkan hasil dengan terpilihnya kita Pamekasan menjadi Posdaya rujukan nasional ini,” ungkap Musaffak.
Yakni, Posdaya dibawah program BPPKB pada tahun 2015, Posdaya Berbasis Masjid binaan LP3M STAIN Pamekasan dan Posdaya Masjid terbaik tingkat nasional. Posdaya Masjid Miftahul Hidayah Desa Bulai Kecamatan Galis Pamekasan juga terpilih menjadi Posdaya rujukan nasional.

Atas perestasi ini masjid tersebut mendapat hadiah uang tunai plus laptop sebagai stimulus, untuk lebih mengembangkan potensi sumberdaya masyarakat warga sekitar masjid. Penghargaannya juga diterima oleh Tim Pembina LP3M STAIN Pamekasan, bersamaan dengan penghargaan yang diterima oleh Pemkab Pamekasan.
Posdaya Masjid merupakan upaya pemberdayaan masyarakat berbasis sumberdaya masjid, baik pemberdayaan bidang akidah, ekonomi dan sosial masyarakat. Masjid Baitul Hidayah ini telah berhasil memberdayakan dan mengembangkan masyarakat sekitar masjid, dengan pemberdayaan usaha produktif di desa Bulai melalui jasa potong rambut, cuci motor, rumah belajar, ternak lele, ternak kambing untuk kurban, pengisian pulsa, pembuatan batu akik dan bonsai.

Wakil Ketua II STAIN Pamekasan Achmad Muhlis mengatakan keberhasilan Posdaya Masjid Miftahul Hidayah Desa Bulai Kecamtan Galis ini akan menjadi pintu masuk baik STAIN, maupun Pemkab Pamekasan selaku Pembina, untuk terus mengembangkan dan mendorong masjid di Kabupaten Pamekasan agar lebih baik dalam pemberdayaan keluarga sekitar masjid. * mas*