Optimis Atasi Banjir dengan Program “Bersua Sahabat”

GN/MASDAWI DAHLAN Ach Syaifuddin (kiri) dan Ach Syafii (kanan)

GN/MASDAWI DAHLAN
Ach Syaifuddin (kiri) dan Ach Syafii (kanan)

PAMEKASAN (Global News)-Dinas PU Pengairan Kabupaten Pamekasan kini memiliki sejumlah program strategis. Setidaknya ada dua program strategis yang dilakukan mulai sejak tahun 2014 lalu hingga lima tahun kedepan. Pertama program pendayagunaan sumberdaya air, dan yang kedua program pengendalian banjir khususnya di daerah perkotaan.

Program pertama yakni pendayagunaan sumber daya air berupa menyediakan kantong-kantong, tampungan dan sumber air sebanyak-banyaknya yang dibutuhkan masyarakat saat musim kemarau. Dengan program ini diharapkan masyarakat khususnya petani tidak kesulitan air saat musim kemarau.
Kepala Dinas PU Pengarian Pamekasan Achmad Syaiffudin mengatakan, kegiatan yang digulirkan pada program pertama ini, di antaranya pembangunan sembilan long storage yang berupa pembangunan dam di sepanjang aliran sungai. Pada tahun 2016 ini, program tersebut sudah dianggarkan melalui APBN sebesar Rp 16 miliar.
Lokasinya antara lain di Desa Majungan, Toket, Bengsereh, Palesangger, Proppo, Pamoroh, Waru Timur, Tolonto Rajah. Berbarengan dengan anggaran dari APBN,

Pemkab Pamekasan melalui APBD 2016 juga menyediakan alokasi dana sebesar Rp 2 miliar, untuk dua lokasi yaitu di Tampojung Paregih dan Dempo Barat.
“Kami juga melakukan proyek pembangunan embung-embung kecil pada tahun 2015 lalu, ada tujuh lokasi. Kemudian revitalisasi dam yaitu dilakukan pengerukan dan normalisasi pada dam, kemudian dibangun plengsengan khususnya ke arah hulu termasuk perbaikan pintu dam. Pada tahun 2016 ini, program itu diarahkan untuk sejumlah desa di kecamatan Pakong dan Batumarmar,” ungkapnya.

Sedangkan program yang kedua ialah program pengendalian banjir khususnya di daerah perkotaan. Program ini, kata Achmad, merupakan atensi Bupati Pamekasan Achmad Syafii yang bertekad tahun 2018 Pamekasan sudah bebas banjir. Kegiatan dimulai sejak tahun 2015 yaitu berbagai langkah agar banjir berkurang.
Achmad mengatakan, untuk daerah hulu harus dilakukan rehabilitasi, konservasi terhadap lahan lahan kritis. Karena daerah hulu yang sebelumnya air hujan terinfiltrasi ke dalam tanah, sekarang air hujan yang jatuh langsung menuju saluran, dan membuat saluran tidak mampu menampung serta juga menyebabkan pendangkalan. Jadi tidak heran jika sungai-sungai yang ada juga mengalami pendangkalan.

Terkait dengan itu, kata Achmad, Dinas PU Pengairan sudah melakukan dua hal penting, pertama melakukan refungsi saluran dan sungai, yaitu mengembalikan fungsi saluran dan sungai kembali ke kondisi yang direncanakan. Yang kedua meningkatkan kapasitas saluran maupun sungai. Ini bertujuan untuk mengimbangi air permukaan yang jumlahnya besar akibat kekritisan lahan.

Untuk refungsi saluran air, Achmad mengaku, sudah melakukan normalisasi saluran dan sungai. Pada 2015 sudah dilakukan pada saluran Blumbungan, Kolpajung, Stadion lama, Blumbungan-Sentol dan lain lain. Kemudian pembangunan box culvert atau gorong-gorong yang bertujuan mengurangi genangan dengan memberi atau membuat jalan untuk air.

Kegiatan selanjutnya Dinas PU Pengairan juga melakukan pembangunan parapet saluran sungai, atau tembok penahan agar banjir tidak masuk ke pemukiman dan pengaliran air yang tergenang. Ini dilakukan untuk mengurangi jumlah genangan air, dengan pengadaan pompa penyedot. Kini PU Pengairan memiliki 2 pompa, satu di ditempatkan di Dinas PU Pengairan dan satunya sifatnya mobile ke masyarakat.

Nah untuk kesuksesan program itu semua, tambah Achmad, PU Pengairan kini mengemas semua program kegiatannya dengan nama program “Bersua Sahabat” (Bersih Sungai dan Saluran Bersama Masyarakat). Yaitu program yang menekankan kemitraan dengan masyarakat, untuk melakukan pemeliharaan saluran maupun sungai yang menjadi kunci keberhasilan pengendalian banjir.

Masyarakat dihimbau aktif terlibat dalam bersih-bersih saluran dan sungai. Secara pasif masyarakat juga diimbau agar tidak membuang sampah ke saluran, bangun bangunan dibibir sungai atau saluran. Dengan adanya program ini diharapkan tumbuh rasa memiliki dari masyarakat untuk merawat fasilitas public yang ada di sekitar lingkungan mereka. “Alhamdulillah program ini telah banyak manfaatnya,” pungkasnya. * mas*