Dibangun Jalan Tembus, Pasuruan-Batu Cukup 30 Menit

SURABAYA (Global News)-Pemerintah Provinsi Jawa Timur membangun jalan tembus mulai dari Pasuruan ke Batu yang ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman kerja sama oleh kepala daerah terkait di Gedung Negara Grahadi di Jalan Gubernur Suryo Surabaya, Senin (25/1/2016).
“Jalannya sepanjang 33,91 kilometer dan transportasi darat dari Pasuruan ke Batu cukup ditempuh 30 menit,” ujar Gubernur Jatim Soekarwo.
Rencana pembangunan jalan tembus ini melewati tiga kabupaten dan Kota, yakni kabupaten Pasuruan sepanjang 10,37 kilometer yang melintasi delapan desa di tiga kecamatan, yaitu Sukorejo, Purwosari dan Purwodadi.
Sedangkan, Kabupaten Malang sepanjang 21,12 kilometer melewati tiga kecamatan dan 13 desa yaitu Kecamatan Lawang, Singosari dan Karangploso, serta Kota Batu sekitar 2,43 kilometer melewati satu desa yakni desa Giripurno Kecamatan Bumiaji.
Rencana pembangunan jalan dengan tipe empat lajur dengan dua arah ini, kata dia, akan dimulai pada Triwulan pertama tahun 2017 sampai selesai, dengan menelan anggaran sekitar Rp1,3 triliun, yang termasuk biaya pembebasan lahan dan konstruksi.
Pada proses pembangunannya akan ada delapan unit jembatan dengan panjang 350 meter, jumlah persimpangan sebidang sebanyak 125 unit, serta satu unit “crossing” dengan jalan tol.
“Pembangunan jalan ini sudah mendapat persetujuan dari seluruh masyarakat di ketiga wilayah yang dilewati dengan alasan mempercepat distribusi perdagangan dan lalu lintas. Apalagi setiap hari jalur Malang–Surabaya semakin tinggi lalu lintasnya dan kerap macet,” kata Pakde Karwo, sapaan akrabnya.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf mengatakan pihaknya akan menata kembali perencanaan tata ruang dan wilayah di daerahnya usai jalan tembus Pasuruan-Batu direalisasikan.
“Nanti jalannya akan melalui kawasan pertanian hingga bisa mendekatkan potensi yang dimiliki petani dengan para wisatawan,” katanya.
Menurut dia, jalan penghubung Pasuruan-Batu ini akan melalui pusat perkebunan durian sehingga akan mampu meningkatkan penghasilan para petaninya.
“Yang pasti, dengan adanya jalan tembus kami tidak perlu khawatir kehilangan potensi wisata. Apalagi di Pasuruan memiliki destinasi wisata khas, seperti Taman Safari,” katanya.
Sementara itu, Wali Kota Batu Edi Rumpoko mengatakan bahwa jalan tembus dari Batu ke Pasuruan ini sebenarnya sudah ada sejak lama, namun masih sangat kecil sehingga tinggal melebarkannya.
“Dari awal saya setuju adanya pembangunan jalan tembus ini. Salah satu tujuannya agar wisatawan bisa langsung berinteraksi dengan masyarakat sekitar,” kata wali kota yang mengaku menggagasnya sejak enam tahun silam tersebut. ant