Dalam Tiga Hari, KA Penataran Anjlok di Lokasi yang Sama

MALANG (Global News)-Dalam waktu tiga hari, Kereta Api Penataran-Doho, jurusan Surabaya-Malang-Blitar dua kali tergelincir keluar dari rel. Lokasinya pun sama di dekat terowongan Karangkates, Desa Karangkates, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang, Senin (25/1/2016) sore.
Sekedar diketahui, pada Jumat (22/1/2016) kemarin, KA Penataran (KA 464) juga anjlok di KM 48+ area Pohgajih-Sumberpucung, Kabupaten Malang, pada sore hari pula. Saat itu, gerbong susah dievakuasi karena berada di dalam terowongan Eka Bhakti Karya.
Hanya berjarak tiga hari kemudian, Senin (25/1/2016), lagi-lagi KA Penataran tergelincir. Kali ini, lokasinya berada di terowongan kedua yang bernama Dwi Bhakti Karya. Tepatnya, masuk Desa Karangkates, Kecamatan Sumberpucung.
Di tempat terakhir, gerbong nomer 5 dekat locomotive CC 2017709, as roda keluar jalur. Posisinya, berada di luar terowongan.
Sekadar diketahui, kawasan Sumberpucung, punya dua terowongan kereta api yang dibangun Pemerintah Indonesia pada tahun 1969 lalu. Terowongan itu bernama Eka Bhakti Karya dan Dwi Bhakti Karya. Dari dua terowongan itu, yang paling panjang adalah terowongan Eka Bhakti Karya dengan panjang 850 meter. Sementara terowongan Dwi Bhakti Karya, sepanjang 450 meter. Jalur terowongan kereta ini, berada di antara Pohgajih (Kabupaten Blitar) dan Sumberpucung (Kabupaten Malang).
Dua terowongan itu, masuk pengawasan area kerja PT KAI Daops VIII Surabaya. Praktis, seluruh kereta jarak jauh maupun dekat yang melintas, harus melalui dua terowongan legendaris tersebut.
Meski sering terjadi anjlok, belum ada penyebab pasti tergelincirnya roda kereta saat berada di sekitar terowongan itu. Ada apa dengan dua terowongan di sumberpucung tersebut?
“Untuk mengetahui penyebab anjlok perlu dilakukan investigasi lebih dulu oleh petugas teknis kereta api,” ungkap Fajar Wahyudi, Kepala Stasiun Blitar, Senin (25/1/2016) malam.
KA Penataran yang terakhir anjlok bernomor 466 dan membawa 7 rangkaian gerbong. Satu gerbong restorasi dan gerbong pembangkit.
“Di sana memang ada proses pergantian rel kereta api. Tapi belum tahu penyebabnya, karena saat masuk wilayah sana, kereta ditentukan kecepatannya, ada 5 KM ada 10 dan 20 KM,” tegasnya.
Terpisah, Kepala Stasiun Kepanjen, Kabupaten Malang, Teguh Raharjo menambahkan, dari kejadian itu, ada penumpang kereta yang harus dialihkan ke Stasiun Malang Kota karena anjloknya Penataran Doho. “Sejauh ini penumpang masih tetap menunggu sampai evakuasi dan perbaikan selesai. Ada pula yang turun dan naik kendaraan lain,” pungkasnya.(bjt)
)