20 Warga Sumenep Terjangkit Penyakit DBD

SUMENEP (Global News)–Jumlah pasien penyakit demam berdarah dengue (DBD) di Sumenep mulai mengalami kenaikan. Hingga minggu ke tiga di bulan Januari 2016, jumlah pasien DBD mencapai 20 orang.

Rinciannya, pasien dari Kecamatan Saronggi 1 orang, Kota 3 orang, Kalianget 2 orang, Bluto 1 orang, Batang-batang 2 orang, Lenteng 2 orang, Ambunten 4 orang, Rubaru 2 orang, Dungkek 2 orang, dan Dasuk 1 orang.
Meski jumlah pasien masih tergolong normal, namun Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumenep terus mensosialisasikan kepada masyarakat agar menjaga kebersihan di lingkungannya. Sekaligus menerapkan sistem 3 M (menguras, menutup dan mengubur).

Sosialisasi ini gencar dilakukan Dinkes setempat, mengingat di tahun 2015 lalu kabupaten ujung timur pulau Madura ini kasus DBD sempat masuk kejadian luar biasa (KLB). Sebab, di awal tahun 2015 lalu, penderita DBD sudah mencapai 700 pasien.
“Penderita DBD 2015 memang sudah masuk KLB. Tahun ini hingga minggu ke tiga di bulan Januari, penderita DBD sudah mencapai 20 orang,” kata Kepala Dinkes A. Fathoni, Kepada Global News, Rabu (20/1/2016).

Dia mengungkapkan, sejumlah penderita ini sudah mendapatkan tindakan medis di RSUD dr. Moh. Anwar. Sehingga, penyakit yang dideritanya bisa dinetralisir. “Tidak ada yang sampai parah, hingga mengakibatkan meninggal dunia,” ucapnya dengan nada serius.

Dia mengungkapkan, warga hendaknya waspada dengan penyakit DBD dan mengenali gejalanya. Salah satunya, mengalami panas, gangguan pencernaan dan kaki dingin. “Penderita DBD itu harus mendapatkan perawatan cepat, waktunya hanya 5 hari,” bebernya.

Dokter umum ini menuturkan, ada beberapa daerah yang cukup rawan DBD, dan masuk daerah endemis. Yakni, Saronggi, Kota, Kalianget, Bluto dan Batang-batang. “Semua harus waspada, dan hiduplah berprilaku sehat. Sehingga, tidak terjangkit DBD,” ujarnya.

Ketua Komisi IV DPRD Sumenep Moh. Subaidi menjelaskan, pihaknya meminta Dinkes untuk pro aktif melakukan penyuluhan kesehatan kepada masyarakat. Utamanya, dalam mencegah DBD. “Itu penting supaya masyarakat tahu dan paham akan bahaya DBD ini,” katanya.

Politisi PPP ini mengungkapkan, selain sosialisasi, Dinkes juga diminta rutin menggelar fogging ke rumah penduduk. Sehingga, nyamuk-nyamuk itu bisa dibasmi. “Intinya, saat ini musim penghujan, fogging itu sangat dibutuhkan. Jangan hanya berpangku tangan,” tukasnya. * yat